Terkini

Pages

Categories

Search

 


Polisi Identifikasi Kelompok Beranggotakan 30-40 Orang Penebar Hoaks di Timika

Polisi Identifikasi Kelompok Beranggotakan 30-40 Orang Penebar Hoaks di Timika

by
26 September 2019
HEADLINE, POLISI KITA
No Comment

Tribratanewsbabel, Bidang Hubungan Masyarakat – Memancing kerusuhan massal kepada warga dan pelajar di Kota Timika, Papua, Polisi berhasil identifikasi satu kelompok beranggotakan 30-40 orang yang menebarkan berita hoaks.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto di Timika, mengatakan dalam beberapa hari terakhir teridentifikasi pihak-pihak yang berupaya menciptakan keresahan di tengah masyarakat melalui penyebaran berita bohong secara sistematis. “Berdasarkan keterangan saksi yang kami himpun, mereka mengaku pelajar dan mahasiswa. Usianya relatif masih muda,” jelas Kapolres Mimika.

Kapolres mengimbau warga Kota Timika waspada terhadap kelompok tersebut dan segera melaporkan kepada Kepolisian terdekat jika didatangi kelompok tersebut. Kelompok tersebut menyebarkan isu bahwa aparat keamanan di Timika kini sedang membagi-bagikan makanan yang mengandung racun kepada warga asli Papua.

Bahkan, kelompok tersebut menebarkan ancaman kepada sejumlah sekolah yang menampung pelajar asli Papua seperti Sekolah Berpola Asrama Sentra Pendidikan Mimika yang berlokasi di Kampung Limau Asri SP5 dan beberapa sekolah di Distrik Kwamki Narama. Penyebaran isu dan ancaman kepada sekolah-sekolah itu dilakukan secara lisan terang-terangan maupun melalui pesan singkat yang dikirim melalui telepon seluler.

Selain itu, kelompok tersebut juga menyebarkan pesan singkat untuk melakukan pembakaran sejumlah bangunan di Kota Timika baik obyek vital dan strategis maupun pusat perekonomian seperti pertokoan, kios, warung dan lainnya.

“Ada empat isu yang mereka kembangkan, ada soal penyebaran makanan mengandung racun kepada warga Papua, ada yang menyasar adik-adik pelajar di Sekolah Sentra Pendidikan SP5 dan SMPN 9 Kwamki Narama. Ada juga yang mengirim pesan ajakan kepada para pelajar untuk melakukan pembakaran,” jelas Kapolres.

Guna menangkal dan mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki, kini Polres Mimika menempatkan sejumlah anggotanya di beberapa sekolah terutama sekolah-sekolah yang menampung mayoritas pelajar asli Papua.

“Jika menerima hal-hal tersebut atau mengetahui adanya konsentrasi massa, tolong segera dilaporkan kepada kami. Masyarakat harus tetap waspada tapi jangan terpancing,” imbau Kapolres Mimika.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *