Terkini

Pages

Categories

Search

 


Polair Polda Babel Gagalkan Pengiriman 171 Batang Balok Timah dan 75 Karung Tin Slag di Pangkalan Balam

Polair Polda Babel Gagalkan Pengiriman 171 Batang Balok Timah dan 75 Karung Tin Slag di Pangkalan Balam

by
8 June 2018
POLAIR
No Comment

Tribratanewsbabel.com-Polda Kep. Babel.

Bangka; Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Polair Polda Kep. Babel telah mengamankan Balok Timah dan Tin slag tanpa dokumen di Pelabuhan Pangkal Balam Kota Pangkal pinang, Kamis malam (7/6/2018).

Balok timah yang disita sebanyak 171 batang dan Tin Slag sebanyak 75 (tujuh puluh lima) karung, yang beratnya secara pasti masih dlm proses penghitungan.

Demikian kata Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im kepada Tribratanews babel, Jumat (8/6).

Kabid Humas juga mengatakan kronologis nya yaitu berawal dari informasi masyarakat hari Kamis(7/6) kepada Tim Hiu Macam Subdit Gakkum Polair Polda Babel yg memberitahu ada Truck yg dicurigai muat Timah dan Tin slag, selanjut pada hari Kamis (7/6) Jam 20.30 Wib anggota Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel, memeriksa truk Nopol BN-8375-XA di Pelabuhan Pangkal Balam, dan ternyata ditemukan bermuatan timah balok dan tin slag tanpa dokumen, lalu mengamankan Sdr. CA (Citra Abadi) selaku sopir yang membawa balok timah dan tin slag tanpa dokumen ke Pelabuhan Pangkal Balam.

CA selaku sopir Truk saat itu sedang nunggu di Pelabuhan Pangkal Balam dan akan melakukan penyeberangan ke Jakarta melalui Kapal Roro dan rencananya akan dibawa ke Tegal Jawa Tengah, ujar Kabid Humas.

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan, saat ini sopir Truk Sdr. CA sedang diperiksa di Mako Ditpolair Polda Babel oleh Penyidik guna proses penyidikan dan pengembangan, serta berat barang bukti sedang dihitung.

Masih menurut Kabid Humas, bahwa Sopir Sdr. CA telah disangka melanggar Pasal 161 UU RI No. 04 thn 2009 tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman pidana paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda maksimal RP 10.000. 000.000 (sepuluh milyar rupiah).

Bunyi pasal 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 yaitu Setiap orang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung memanfaatkan, melakukan pengelolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan Batu Bara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (seluluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 milyar (Sepuluh milyar rupiah) (Mn)
PhotoPictureResizer_180608_145824266-512x384



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *