Terkini

Pages

Categories

Search

 


Menjelang Hari Kartini, Perempuan Bangka Belitung Mendeklarasikan Anti Hoax

Menjelang Hari Kartini, Perempuan Bangka Belitung Mendeklarasikan Anti Hoax

by
16 April 2018
POLISI KITA
No Comment

Tribratanewsbabel.com-Polda Kep. Babel.

Pangkalpinang– Ribuan kaum perempuan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berasal dari berbagai kalangan dan instansi mendeklarasikan Anti Hoax dalam rangka menyambut Hari Kartini 21 April 2018 mendatang. Deklarasi sebagai bentuk kepedulian kaum perempuan ini guna mencegah terjadinya perpecahan digelar di Bhay Park Mapolda Babel, Minggu, 15 April 2018.

Salah satu peserta deklarasi anti hoax, yg tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatakan deklarasi ini sangat penting karena berita Hoax dan ujaran kebencian mulai meningkat seiring dekatnya waktu pemungutan suara pada pilkada serentak di tiga daerah Provinsi Keplauan Bangka Belitung, yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung.

Saya semangat mengikuti deklarasi anti hoax karena sebagai ibu, kita berkewajiban mendidik anak-anak kita agar tidak menjadi korban atau pelaku penyebaran hoax, sudah banyak menimbulkan kebencian antar saudara, suku, agama, ras dan golongan. Penggunaan medsos saat ini hampir tidak terbendung lagi. Kita harus bijak menyimak informasi yang ada di medsos. Jangan mudah terprovokasi berita yang menyesatkan dan tidak sesuai fakta, ujarnya kepada wartawan, Minggu, 15 April 2018.

Yang bersangkutan menuturkan menolak hoax bukan cuma urusan laki-laki. Perempuan juga berperan besar mendidik anak-anaknya agar tidak mengumbar kebencian dan tetap menghargai keberagaman dan perbedaan.

Kaum perempuan perlu belajar dari keteladanan Kartini yang telah berjuang membebaskan keterbelengguan kaum perempuan. Anti hoax adalah salah satu bentuk menjaga cita-cita perjuangan Kartini,” ujarnya.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan hoax disebar secara sistematik oleh oknum yang ingin memecah bangsa. Harus dilawan dengan lebih bijak dan memahami informasi provokatif yang beredar.

Menurut Erzaldi, masyarakat perlu mengecek setiap berita yang menjurus kebencian terhadap ras, agama dan kelompok tertentu. Jangan sampai mudah terprovokasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Kita harus bersikap profesional dan proporsional menyikapi persoalan yang ada. Pahami mana yang benar dan mana yang tidak. Mari cairkan perbedaan yang ada dengan mengedepan persatuan bangsa, ujarnya.

Kapolda Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri mengatakan pihaknya rutin melakukan patroli cyber di media sosial dan internet untuk mencegah terjadinya penyebaran hoax. Setiap pembuatan atau penyebaran hoax, kata dia, akan dilakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Semuanya akan dipantau melalui patroli cyber oleh Polri. Atau masyarakat bisa melapor jika ada informasi hoax dan disebarkan. Tindakan penyebaran informasi bohong yang menimbulkan kebencian dan perpecahan, akan ada konsekuensi hukum. Jadi berpikir dulu sebelum menyebar informasi bohong, ujar Kapolda. (Mn)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *