Terkini

Pages

Categories

Search

 


Krimsus Polda Babel Tahan Penimbun, Pengangkut  Gas LPJ 3 KG Tanpa Ijin

Krimsus Polda Babel Tahan Penimbun, Pengangkut Gas LPJ 3 KG Tanpa Ijin

by
12 February 2018
HEADLINE, KRIMSUS, RESKRIM
No Comment

Tribratanewsbabel.com-Polda Kep. Babel.

Pangkalpinang; Subdit 1 Indag (Industri dan Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Babel yang dipimpin Kasubdit 1 Kompol Wahyudi Rahman telah mengungkap kasus penimbunan gas LPJ 3 Kg dan atau pengangkutan Gas LPJ 3 kg subsidi tanpa ijin, serta mengamankan pelakunya, Ahon beralamat di Desa Benteng Kab. Bangka Tengah,Jumat (9/2/2018) pukul 18.00 Wib.

Modus pelaku Ahon yaitu membeli gas LPG 3 kg subsidi pemerintah dengan harga di atas HET seharga Rp 18.000 per tabung, lalu menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi lagi yaitu seharga Rp 20.000,- per tabung.

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im kepada jurnalis, Minggu (11/2/2018) melalui ponselnya.

Kabid Humas juga menyampaikan bahwa Ahon ditangkap tanggal 10 Februari 2018 karena disangka telah melakukan tindak pidana pengangkutan,penyimpanan dan atau penimbunan terhadap barang penting yang mengakibatkan kelangkaan yaitu gas LPG 3 kg subsidi sebanyak 27 tabung yg dibeli dari pangkalan LPG 3 kg di Desa Delas Kab. Bangka Selatan dan Pangkalan LPG 3 kg di Sadai Kab. Bangka Selatan seharga Rp 18.000,- (delapan belas ribu rupiah).

Penimbunan atau pembelian Gas LPJ 3 Kg Subsidi di atas HET dan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari HET yg dilakukan AHON ini bertujuan untuk mencari keuntungan.

Kabid Humas menyampaikan, barang bukti yang disita berupa Gas LPG 3 kg subsidi sebanyak 27 tabung dan 1 (satu) unit mobil kijang pick up Nopol BN-8836-PN.

AHON telah diperiksa sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar pasal 53 huruf b Jo pasal 23 UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas, yang bunyinya “Setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa izin usaha pengangkutan dipidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi 40 milyar dan atau Pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU RI No. 7 th 2014 tentang perdagangan, yang bunyinya “Pelaku usaha yang menyimpan kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/ atau hambatan lalu lintas perdagangan barang dipidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda maksimal 50 milyar rupiah.

Setelah AHON diperiksa sebagai tersangka lalu AHON ditahan di Rutan Polda Babel sejak tanggal 10 Februari 2018 selama 20 (dua puluh) hari, ujar Kabid Humas. (Mn)
PhotoPictureResizer_180212_034105938-390x520



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *