Terkini

Pages

Categories

Search

 


Kapolri Puji Jusuf Kalla, Keberaniannya Melebihi Jenderal TNI – Polri

Kapolri Puji Jusuf Kalla, Keberaniannya Melebihi Jenderal TNI – Polri

by
16 July 2019
HEADLINE, POLISI KITA
No Comment

Tribratanewsbabel, Bidang Hubungan Masyarakat – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., berkisah terkait peran sentral Wakil Presiden, Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), saat konflik di Ambon dan Poso pecah beberapa tahun silam.

Kepada para Calon Perwira Remaja (Capaja) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kapolri puji ketegasan Wapres dalam menyelesaikan konflik saat itu. Ia mencontohkan saat konflik Poso meletus pada 2007 silam.

Saat itu, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian saat itu masih menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) di sana. Ia menjelaskan Jusuf Kalla yang saat itu menjadi wakil presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono, mampu menjadi penengah kedua kubu yang berkonflik.

“Dengan ketegasan dan keberanian, beliau mengumpulkan kedua belah pihak yang berkonflik. Sehingga kemudian dilaksanakan perjanjian Malino satu dan Malino dua di Sulawesi Selatan,” jelas Kapolri dalam acara yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (15/7/19).

Padahal langkah Jusuf Kalla saat itu bukan tanpa risiko. Banyak pihak yang tak sepakat dengan adanya perjanjian damai. Bahkan akibat perjanjian itu, dua gedung milik Wapres di Makassar diledakkan.

“Kebetulan saya menjadi ketua tim investigasinya. Sehingga salah satu alasan pelaku adalah karena adanya perjanjian perdamaian,” jelas Kapolri lebih lanjut.

Tak hanya sampai di situ, Kapolri juga menyebut bahwa Jusuf Kalla terus mendukung saat konflik senjata api meletus di Poso di tahun yang sama. Korban dari kedua belah pihak berjatuhan. Kapolri menyebut JK siap membela TNI-Polri dalam hal itu.

“Di negara ini tidak boleh ada unsur lain yang memiliki senjata selain TNI dan Polri,” jelas Kapolri mengenang pertemuan itu.

Usai perdamaian, Jusuf Kalla juga melanjutkan upaya rekonsiliasi dengan mempertemukan kaum muslim dan kaum nasrani di Poso. Ia membangun sekolah Alkitab dan pesantren untuk mencegah tumbuhnya radikalisme.

“Jadi kita melihat bagaimana keberanian (JK) untuk turun ke lapangan, keberanian memutuskan dan lain-lain, justru melebihi keberanian jenderal TNI dan Polri,” pungkas Kapolri.

Ia pun berharap para Capaja bisa meniru dan menjadikan sikap JK sebagai teladan mereka. Apalagi Kapolri menegaskan para Capaja ini adalah masa depan bagi TNI dan Polri.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *