Terkini

Pages

Categories

Search

 


Dir Reserse Narkoba Polda Babel Berikan Kuliah Umum Di Universitas Bangka Belitung

Dir Reserse Narkoba Polda Babel Berikan Kuliah Umum Di Universitas Bangka Belitung

by
4 April 2018
HEADLINE, NARKOBA, RESKRIM
No Comment

Tribratanewsbabel.com, Polda Kep. Babel.- Penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat atau bahan berbahaya) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam  tahap memperihatinkan. Sebab dari waktu ke waktu jumlah kasusnya  terus meningkat.

Untuk  mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba ini, penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut andil perperan dan bersama lembaga penegakkan hukum berada di lini terdepan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Babel Kombes Pol Suhirman SIK MSi mengemukakan jumlah penyalahgunaan narkoba meningkat dari tahun ke tahun.  Bila pada tahun 2015 terdapat 224 kasus, tahun berikutnya, 2016 dan 2017, telah naik menjadi 256 dan 298 kasus

Bahkan, hingga Maret tahun 2018 ini saja di Bangka Belitung ini sudah terdapat 121 kasus penyalahgunaan narkoba.

IMG-20180404-WA0001-252x198

Hal itu disampaikan Kombes Pol Suhirman di Ruang Vikon Fakultas Hukum UBB, Kampus Terpadu UBB,  Balinijuk, Selasa (03/04/2018).

Dir Narkoba tampil sebagai salah satu dari tiga pembicara utama dalam kuliah umum bertajuk  ‘Meningkatkan Kesadaran Hukum  dalam Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat Demi Tercapainya Kehamonisan’.

Pembicara lainnya Edi Ermawan SH MH (Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Babel) yang  membahas tajuk ‘Peran Kejaksaan dalam Penanggulangan Tindak Pidana Khusus’, dan Didiek Budi Utomo SH (Hakim Pengadilan Tinggi Babel) mengupas judul ‘Peradilan Anak Konsep Diversi Restorative Justice’.

Kuliah umum dibuka Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dihadiri Wakil Rektor II UBB Prof Dr Agus Hartoko MSc, Dekan Fakultas Hukum (FH)  Syamsul Hadi SH MH dan puluhan mahasiswa FH ini, disiarkan langsung melalui video conference (vicon) melalui kerjasama  dengan Mahkamah Konstitusi (MK). Vicon disaksikan 45 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se Indonesia.

Dir Narkoba yang tampil  santai dan  penuh ‘guyonan’, membedah  tajuk  ‘Pemberantasan dan Tindakan Hukum terhadap Penyalahgunaan Narkoba’ mengingatkan begitu pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba.

“Informasi dari masyarakat sangat diperlukan. Lembaga terkait seperti BNN akan maksimal berperan bila banyak informasi dari warga masyarakat. Tak usah khawatir, kerahasiaan pemberi informasi dan keamanannya dilindungi aparat penegak hukum.” ujar Dir Narkoba.

Narkoba masuk  ke Bangka Belitung menurut Kombes Pol Suhirman melalui jalur laut, darat dan udara.  Pihaknya tak pernah putus berkoordinasi dengan Polda Sumsel dan Tanjungpinang. Sebab dua wilayah ini diketahui sebagai salah satu pintu masuk narkoba ke Babel.

“Bulan lalu kami berhasil menangkap dua pelaku di Bangka Selatan. Malah malam tadi (Senin malam,red) kami melakukan penangkapan. Pelakunya kabur, tapi barang bukti berhasil kami amankan,” ujar Kombes Pol Suhirman.

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba lanjutnya sudah menjadi kejahatan trans nasional (Trans National Crime). Barang haram itu tidak hanya datang dari pengedar yang berada di negara tetangga, bahkan telah dipasok dari Asia Timur dan Afrika.

Indonesia sudah berada dalam darurat narkoba. Indonesia ‘diserbu’ pengedar narkoba dari berbagai negara. Untuk mencegah dan menanggulanginya,  lembaga penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut berperan.

Lembaga penegak hukum telah bekerja maksimal. Salah satunya berhasil menangkap narkoba seberat 1,3 hingga dua ton di tengah laut.  Sehingga  barang haram itu tidak dapat diedarkan kepada penggunanya di sejumlah tempat.

Berdasarkan analisis selama ini,  narkoba masuk ke Indonesia karena sejumlah faktor. Di antaranya pemakai narkoba di sini cukup besar, sehingga berlaku prinsip ekonomi: penawaran meninggkat karena adanya banyak permintaan. Pun putaran uang bisnis ilegal ini sangat tinggi.

“Faktor lainnya adalah garis pantai kita yang luas, belum mampu kita amankan.   Tak kalah pentingnya juga bahwa tingkat kepedulian masyarakat kita belum maksimal. Itu antara lain dapat dilihat  dari adanya upaya warga yang menghalang-halangi saat penangkapan pengedar narkoba.” ujar Kombes Pol Suhirman.

Mengupas pelaku penyalahgunaan narkoba di Babel, Kombes Pol Suhirman mengemukakan paling dominan berpendidikan Sekolah Lanjutan Tungkat Atas (SLTA).  Sedikit sekali yang berpendidikan sarjana stratum satu (S1).

Jenis narkoba yang paling banyak digunakan  mereka adalah shabu.

Kombes Pol Suhirman juga mengingatkan bahwa rentang usia 18 hingga 40 tahun merupakan usia paling ‘rentan’ atau rawan terhadap  godaan pengalahgunaan narkoba.

“Jangan sekali-kali tergoda oleh bujukan mengonsumsi narkoba sedikit apapun, dari  siapa pun dia. Mau kekasih, teman atau siapa juga, jangan mau. Karena kalau Anda mencoba, maka akan terkena efek kecanduan  barang haram itu.  Selain kemudian mengakibatkan hilangnya nyawa, ancaman kurungan bagi pengguna narkoba itu sangat berat,” ujar Kombes Pol Suhirman.

Pengguna narkoba lanjut Dir Narkoba bisa dilihat secara kasat mata. Antara lain dari bau keringat yang berbeda dengan dalam keadaan normal, pemalas, emosi tidak stabil dan suka berbohong dan mengurung diri.

Penggunaan narkoba terkait erat dengan tindak kejahatan. Ketika mengalami ketagihan, sementara mereka tak punya uang untuk membeli narkoba, mereka akan melakukan penipuan.

“Otak mereka akan berputar untuk mendapatkan uang dengan cara menipu.  Ini biasa dilakukan pecandu shabu,”tutup Kombes Pol Suhirman.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *